Pair of Vintage Old School Fru

1
5182

JANGAN REMEHKAN GIGI OMPONG

Mengatasi masalah gigi yg sakit dgn mencabutnya tampak seperti akhir sebuah penderitaan. Kalaupun memang demikian maka tentu saja akan lebih baik jika kita cabut saja semua gigi yg ada dlm mulut kita krn itu berarti tak kan pernah ada penderitaan yg akan kita alami akibat sakit gigi... wew jadi ompong donk he3...
"Ompong" demikian byk orang menyebutnya bagi orang yg telah kehilangan gigi.

Faktor-faktor yg dapat menyebabkan hilangnya gigi atau ompong antara lain :
1. Faktor Genetik
biasanya krn ada faktor keturunan orang bisa tidak mempunyai 1 gigi atau lebih bahkan ada yg benar2 tidak mempunyai 1 gigi pun sejak kecil.
2. Faktor Penyakit Tertentu/Kelainan Fungsi Tubuh (Penyakit Sistemik)
misalnya pada penderita Diabetes Mellitus stadium lanjut yg biasanya giginya tanggal dengan sendirinya.
3. Faktor Lokal dari dlm gigi/rongga mulut
misalnya pada infeksi jaringan gusi atau gigi berlubang (karies) yg karena aktivitas bakteri dapat mengakibatkan ketahanan dan kekuatan jaringan pendukung berkurang sehingga menyebabkan gigi goyang/ mahkota gigi habis sehingga gigi tdk dapat dipertahankan dan dilakukan pencabutan.
hilangnya gigi jg dpt terjadi krn tindakan pencabutan untuk indikasi perawatan kawat gigi/orthodonti.
4. Lain-lain
misalnya karena kecelakaan atau trauma.

Jika keadaan ompong ini dibiarkan maka akan mengakibatkan berbagai hal antara lain :
1. Faktor Estetik Terganggu
terutama jika gigi depan yg hilang.
2. Proses Pengunyahan Terganggu/ Gangguan Fungsi Pencernaan
terlebih jika gigi yg tanggal adalah gigi belakang dan hilang dlm jumlah banyak. Jika pengunyahan oleh gigi sering tdk sempurna maka memperberat kerja lambung dan pencernaan akibatnya fungsi pencernaan terganggu.
3. Gigi Renggang/Tdk Teratur
gigi yg masih ada dpt bergeser ketempat kosong yg tdk ada giginya. Jika hal ini terus berlanjut akan mengakibatkan gigi renggang dan berubah posisi menjadi tdk teratur.
4. Gigi/Jaringan Pendukung Gigi Bermasalah
jika gigi renggang maka sisa makanan mudah terselip dan tertimbun,kemungkinan dpt terjadi infeksi/penyakit pd gusi/jaringan pendukung gigi lain yg menerima beban kunyah berlebih.
5. Berubahnya Kontak Gigi Geligi
kontak antara gigi geligi rahang atas dan gigi geligi rahang bawah pd waktu menutup mulut (oklusi gigi) dpt berubah terutama pd kasus hilangnya gigi geraham(molar 1) yg merupakan kunci oklusi gigi.
6. Masalah sendi rahang
pd gigi yg bergeser dan tdk teratur dpt terjadi traumatik oklusi(trauma saat gigi berkontak) yg jika dibiarkan terus menerus,tdk diatasi akan mengakibatkan nyeri pd sendi Temporo Mandibular Joint yg dpt disertai nyeri kepala,dll
7. Perubahan Gigi Antagonis/Lawan
apabila gigi bwh yg hilang maka gigi atas akan turun dan juga sebaliknya jika gigi atas yg hilang gigi bwh akan naik ke atas mencari kontak sehingga gigi tampak lebih panjang/modot,akar gigi terlihat,terasa ngilu dan apabila tdk diatasi gigi akan goyang dan lepas.
8. Fungsi Bicara/Pengucapan Tidak Jelas
biasanya terjadi pd kasus kehilangan gigi depan/dlm jumlah banyak.
9. Faktor Psikologis Terganggu
terutama jika gigi depan yg hilang akan menyebabkan rasa rendah diri.
10. Gangguan Kesehatan
keadaan ompong tentu dpt menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu pengunyahan makanan sehingga otomatis asupan gizi ke tubuh jg akan berkurang.

Untuk menghindari akibat diatas maka disarankan pemakaian gigi tiruan/gigi palsu, kecuali ompong karena akan dirawat kawat gigi (ortho) atau hilangnya gigi bungsu (molar 3).
Ada 3 macam gigi tiruan yg biasa digunakan untuk menggantikan gigi yg hilang :
1. Gigi Tiruan yg dapat diLepas
2. Gigi Tiruan Cekat
3. Gigi tiruan yg ditanam di gusi (Dental Implant)
Ketiganya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perawatan jg sesuai dgn indikasi.

Berikut ini ada beberapa hal yg dapat mengurangi resiko hilangnya gigi :
1. Hindari terlalu banyak makanan manis yg dapat melekat pada gigi dan makanan asam.
2. Kurangi kebiasaan ngemil diantara waktu makan sebaliknya perbanyak konsumsi makanan berserat.
3. Berhenti merokok krn dapat memperburuk keadaan dan merubah warna gigi.
4. Hentikan kebiasaan menggunakan tusuk gigi,ganti dgn benang gigi(dental floss) krn lebih efektif membersihkan sela gigi
5. Usahakan selalu mengunyah pada kedua sisi rahang agar daya kunyah pada gigi seimbang.
6. Bersihkan mulut dan gigi dgn berkumur, adakalanya membuang kotoran pd gigi bisa dibantu dgn menggerakan otot lidah,bibir dan pipi.
7. Biasakan selalu menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur.
8. Rutin mengunjungi dokter gigi setiap 3-6 bulan sekali.
9. Tidak sembarangan minum obat untuk mengatasi masalah gigi, konsultasi pada dokter gigi dahulu.

Gangguan dan masalah pada gigi memang tampak ringan dan sepele sehingga sering dianggap remeh namun hal-hal kecil bisa saja mengakibatkan gigi hilang dan menjadi ompong.
Oleh karena itu perlu adanya kesadaran pentingnya memelihara kebersihan dan kesehatan gigi sejak dini karena bagaimanapun mencegah agar gigi tidak tanggal tetap lebih baik daripada hrs menggantinya dgn gigi tiruan setelah ompong.